CERITA INI TELAH BERAKHIR


Oleh : Cakra Donya

bila perihmu itu menganga dalam air cuka
di tempat mana kau akan bersandar
mungkin kau kan berdiam dalam sepi
dan gelap akan membayangimu
lalu kepada siapa kau mengeluh
siapa yang kau nantikan untuk hadir
siapa yang kau harap selalu ada buatmu 
menghiburmu di saat-saat itu menimpamu

hanya sekilas angin sembilu
tusukkan jarum panas ke lukamu
dan lukamu yang perih itu pasti sakit rasanya
bilakah kau kembali mengingatku
bahwa aku ada di saat-saat itu menimpamu

mungkin ini takkan lama
aku berdiri di sini bukan lagi untukmu
jika kau harapkan pada angin pembawa hujan datang
tentu saja inginmu adalah petir yang siap menyambarmu
lalu apa yang harus kau lakukan sekarang ini
lupakanlah semua tentang kita
lupakanlah aku yang selalu ada buatmu
karena kini dan dulu itu tidak lagi sama

di sini terangnya hari bersama matahari telah raib
takkan lagi kau dapatkan hati ini lagi
cukupkan sudah cerita ini
kau harus mampu berjalan dengan kakimu sendiri

sebab pisau ini telah dalam menusuk jantungku
dan lihatlah hidupku yang sempat hilang arah
raga ini menjadi patung
jiwa ini pun lumpuh
dan malaikat pencabut nyawa pun bingung
hendak dibagaimanakan nyawaku ini
dicabutnya rohku tapi jasadku masih hidup
dibiarkan rohku hidup tapi jasadku seperti mati

sekarang kau bertahanlah di sana
cukupkan sudah cerita ini
tak usah meragukan pada kesetiaan matahari
sebab esok pagi dia kan menyapamu juga
dan biarkanlah aku pergi
terlampau sudah kau taburkan garam di atas luka ini

dan bila hari ini lukamu menganga perih lagi
carilah pundak lain tuk sandarkan kepalamu
hari ini dan esoknya lagi
cerita ini telah berakhir

***
Nisam, 28 Juli 2018



Comments

Popular posts from this blog

KAMPRET